Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Oktober 2017

Menyemai Budaya Literasi di Sekolah Dasar

Sebelum bel berbunyi, sekitar lima hingga enam orang anak asyik membaca buku yang terpajang di rak baca kelas. Sementara siswa-siswi yang lain sepertinya belum tertarik dengan buku. Saya dulu melihat hal semacam ini hampir setiap tahun. Sudut baca di kelas hanya mampu menarik minat baca anak-anak sepekan pertama. Setelahnya adalah pembaca-pembaca militan yang setia dan selalu rindu dengan buku. Meskipun ditambah koleksi bukunya dari donasi anak yang membawa bacaan di rumah. Inipun yang membawa buku, mereka inilah yang saya sebut dengan pembaca militan tersebut. Saya mempercayai, anak-anak inilah pembaca cilik yang setia dan terbiasa dengan buku di lingkungan rumahnya masing-masing. Artinya, dari rumahpun telah tertanam kebutuhan membaca dan memahami isi buku bacaan. Karena biasanya, referensi bercerita mereka (baik secara tertulis maupun verbal), rupanya lebih kaya kosakata daripada anak-anak yang jarang membaca buku.
Deklarasi UNESCO juga menyebutkan bahwa literasi informasi terkait juga dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan-persoalan. Kemampuan-kemampuan itu perlu dimiliki tiap individu sebagai syarat turut serta berpartisipasi didalam masyarakat informasi, dan itu bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat.

Sabtu, 02 Mei 2015

Lesson Study Kelas Inklusif Bersama Guru se-Kalimantan Timur

Active Learning
Sharing model pembelajaran inklusif










Baru sempat mendokumentasikan. Kata Faza (muridku), "Kapan kita main drama lagi, us?" sambil mringis sembari berlari-lari kecil...hihihi..lucu sekali tingkahnya. Yap, hari itu kuajak 7 anak murid untuk ikut serta di lesson study guru-guru. Berbagi di program "lesson study" ala-ala Japan, pada pelatihan peningkatan kompetensi tenaga pendidik sekolah unggulan, SLB dan pendidikan Sekolah Inklusif Program pendidikan Menengah Provinsi Kalimantan Timur, 29 April 2015 di Solo.

Rabu, 25 Maret 2015

Jika si Kecil Cepat Bosan

Menanam di Lahan Sempit
Coretan ini menyambung posting blog sebelumnya (Bingung Cari Bakat Anak?). Sebenarnya saat ini saya juga sedang menemani tumbuh kembang anak saya, Nafis (2,5 tahun). Apa saja seakan menjadi sumber ketertarikan. Dari unsur tanah, air dan udara, hehehe...Lha gimana nggak? Kolam ikan diobok-obok. Ada sisa pasir dan beberapa pot yang berada di depan rumah, dengan khusyuk ia aduk-aduk dan dipindahkan tanah dari pot satu ke pot sebelahnya. Ayah Amri biasanya langsung kasih modal tambahan 'cethok'. Ya...rumah tumbuh penuh tumbuhan tema-nya. Kalo ada musim ulat atau lintah, baru deh pot keluar pagar.

Kalo sudah bosan, Nafis ngajak main basket. Lemparan tangannya lumayan kuat dan terarah. Lha daripada barang di dalam rumah tumbang dilempari bola (baca: dengan sengaja sambil ketawa-tawa puas :D ) jadi saya pasang ring basket mainan di rumah. Keesokan harinya, Nafis panggil-panggil tetangga buat main badminton. Kadang om Bagus...kadang pakdhe Sukro. Raketnya ya raket dewasa...oh..oh..oh..

Kamis, 19 Maret 2015

Bingung Cari Bakat Anak?

Pengembangan Bakat Seni Suara
 (kelas rendah & tinggi) SD Al Firdaus

Mengasah bakat anak sepertinya mudah, namun rupanya untuk menemukannya bukan hal mudah. Maksudnya disini dalam takaran yang pas, anak senang tanpa terbebani target. Mungkin saya pilih yang tidak memaksakan satu target tertentu. 

Meskipun di sebelah saya, si mama sukses menempatkan sebuah target prestasi sebagai acuan 'keberhasilan prestasi' anandanya. Cukup saya mengenalkan beberapa dunia, dan sulutan kalimat motivasi, lalu sebagai orangtua cermat mengamati titik-titik minat mana yang potensial.

Ini sedikit tips menemukan bakat si buah hati (sekedar berbagi yak..jadi maaf kalo kurang berkenan hehe..):

Kamis, 24 November 2011

Surat untuk Mama

Surat yang ditulis dikertas lipat. Terlipat rapi menurut muridku yang satu ini. Anak laki-laki dengan potongan rambut bak tentara, berpostur tinggi untuk seumuran anak kelas 1. Ia menyerahkan surat kepadaku, "Sampaikan ke mamahku ya, us." Aku pun menggangguk meyakinkannya bahwa suratnya benar-benar akan sampai dan terbaca oleh mamanya.

Minggu, 22 Mei 2011

Belajar Untuk Saling Menghargai

Lewati halang rintang
"Aduh! becek! sepatuku kotor!" kata salah satu muridku kelas 2. Untungnya kakak kelas dan adik kelasnya saling beri semangat. "Kotor ya ndak papa...dirumah masih bisa dicuci kan?" sahut si kakak kelas. "Iya! kan kayak lagunya D'Masiv jangan menyerah, iy kan us?" ujar si adik kelas, saat dia ingat kami pernah menyanyikan bersama lagu grup band itu. Itulah suasana selama perjalanan menyusuri bukit kecil saat outbond di sekitar Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri.

Karya Pelangi

Karya Pelangi
Kumpulan kisah inspiratif dari pemenang kompetisi "Pelangi"

Panggil Aku, dengan Cinta

Panggil Aku, dengan Cinta
Kolaborasi 50 penulis cilik & para guru dari sebuah kelas inklusi.

Pandang Aku, dengan Cinta

Pandang Aku, dengan Cinta
Kolaborasi 50 penulis cilik & para guru # seri 2

KARYA BUKU

KARYA BUKU
Aurel Temanku, penggalan-penggalan kisah dalam fiksi biru 2014.

KARYA BUKU

KARYA BUKU
Judul: 110 Trik Cepat CorelDraw untuk Pemula, Gramedia, Jakarta 2008.

KARYA BUKU

KARYA BUKU
Rakhma untuk Sasa, gadis cilik dikelasku