Dari kejauhan aku melihat kubah, oh itu Masjid Istiqlal. Kalo lewat sih sering, tapi jama'ah didalamnya, belum pernah. Aku ingin dhuhur di masjid itu. Lah, Obama aja pernah singgah disana, masak aku yang asli pribumi kagak pernah, pikirku.
Sruput…sruput…sruput. Terlihat segar sekali segelas ramuan yang disebut jamu itu diminum. Sore tadi, sengaja saya berhenti dan mencoba ikut-ikutan dikerumunan orang yang mau antri beli jamu. Sebenarnya jauh juga sih dari jalur menuju rumah. Saya perhatikan, tiap kali lewat, selalu saja antrian bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak, segala usia sabar mengantri (bagian ini bagus juga ya untuk dijadikan budaya). Soalnya, sesekali ada juga sih seorang ibu yang maksa minta didahulukan, seperti yang sempat kulihat tadi.